Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di bangku SMA kelas tiga, kami diruwetkan dengan ujian nasional di depan mata. Tak sekadar ujian nasional saja yang membuat kami kalang kabut, sampai percaya dengan omongan bimbingan belajar yang datang ke sekolah-sekolah. Kami pun dibuat pusing dengan pertanyaan, “Ke mana kami setelah ini?”Pertanyaan tersebut benar-benar menghantui. Akan ada masanya pertanyaan-pertanyaan sakral semacam itu akan terucap.
Siswa-siswa yang memiliki nilai
rapor baik, mereka akan mencoba jalur PMDK, sedangkan saya? Ah, lupakan saja. Saat
itu, kawan dekat saya ikut jalur PMDK dan sudah ikut tes. Saya ingat, ketika
hari pengumuman tiba, kawan saya yang tergolong pintar tersebut tak lolos. Dia
sedih luar biasa. Wajahnya cemberut, tak seceria biasanya. Dari situlah, saya
membuat postingan . Maafkan jika dalam postingan tersebut sangat, sangat
berantakan. Maklum, waktu itu masih bau kencur.
Postingan tersebut berisikan
motivasi mengenai kegagalan. Postingan tersebut terinspirasi dari kawan saya. Kali
ini, saya ingin memperbarui postingan tersebut, menambahi dengan pengetahuan
yang saya miliki saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar